Disiplin Teknik Industri Pertanian dalam Undang-Undang Keinsinyuran

Pada tanggal 12 April 20l9 telah terbit PP No. 25/2019 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran

Sesuai dengan UU dan PP tersebut:

 Keinsinyiuran mencakup disiplin teknik Keinsinyuran dan bidang Keinsinyuran.

 Disiplin teknik Keinsinymran merupakan bagian dari rumpun ilmu terapan sebagai aplikasi ilmu dalam kegiatan teknik dengan menggunakan kepakaran dan keahlian berdasarkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan nilai tambah dan daya guna secara berkelanjutan dengan memperhatikan keselamatan, kesehatan, kemaslahatan, serta kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

 Bidang Keinsinyuran merupakan kegiatan profesi yang memerlukan keahlian teknik.

 Cakupan disiplin teknik Keinsinyuran meliputi: a. kebumian dan energi; b. rekayasa sipil dan lingkungan terbangun; c. industri; d. konservasi dan pengelolaan sumber daya alam; e. pertanian dan hasil pertanian; f. teknologi kelautan dan perkapalan; dan g. aeronotika dan astronotika.

 Disiplin teknik pertanian dan hasil pertanian meliputi: a. teknik pertanian; b. teknik industri pertanian; c. teknik kehutanan; d. teknik hasil pertanian; dan e. teknik peternakan.

 Cakupan bidang Keinsinyuran meliputi: a. pendidikan dan pelatihan teknik/teknologi; b. penelitian, pengembangan, pengkajian, dan komersialisasi; c. konsultansi, rancang bangun, dan konstruksi; d. teknik dan manajemen industri, manufaktur, pengolahan, dan proses produk; e. ekplorasi dan eksploitasi sumber daya mineral; f. penggalian, penanaman, peningkatan, dan pemuliaan sumber daya alami; dan g. pembangunan, pembentukan, pengoperasian, dan pemeliharaan aset.

 Pendidikan dan pelatihan teknik/teknologi meliputi kegiatan: a. perencanaan program; b. penerapan program pendidikan tinggi teknik/teknologi; dan c. penerapan program pelatihan teknik/teknologi.

 Penelitian, pengembangan, pengkajian, dan komersialisasi meliputi kegiatan: a. konsep teknologi; b. metode dan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi; c. penelitian; d. percobaan; e. pemodelan; f. pengembangan; dan g. komersialisasi.

 Konsultansi, rancang bangun, dan konstruksi meliputi kegiatan: a. pengkajian kelayakan; b. penelitian tanah; c. perencanaan; d. perancangan; e. pelaksanaan; f. pengawasan; g. pembangunan terintegrasi; h. pengoperasian; i. pemeliharaan; j. pembongkaran; k. manajemen penyelenggaraan konstruksi bangunan; dan l. pembangunan kembali.

 Teknik dan manajemen industri, manufaktur, pengolahan, dan proses produk meliputi kegiatan: a. pengembangan teknik produksi; b. perencanaan proses manufaktur; c. pengoperasian; d. pemeliharaan; e. pengembangan; f. modifikasi; g. pelayanan pada masyarakat; dan h. jasa industri.

 Ekplorasi dan eksploitasi sumber daya mineral meliputi kegiatan: a. penyelidikan umum/survey pendahuluan; b. eksplorasi; c. studi kelayakan; d. konstruksi; e. penambangan/eksploitasi; f. pengolahan dan pemurnian; g. pengangkutan dan penjualan; h. pemanfaatan; dan i. pasca tambang/pascaeksploitasi.

 Penggalian, penanaman, peningkatan, dan pemuliaan sumber daya alami meliputi kegiatan: a. pengkajian kelayakan; b. penelitian kesesuaian alam; c. perencanaan; d. perancangan; e. penerapan teknologi budi daya hayati; f. pengelolaan; g. pemeliharaan; dan h. komersialisasi.

 Pembangunan, pembentukan, pengoperasian, dan pemeliharaan asset meliputi: a. pelaksanaan fungsi manajemen; b. pelayanan publik; c. pembangunan aset negara; d. pelaksanaan kegiatan pengembangan aset negara; dan e. penerbitan regulasi dan kebijakan pelayanan publik. (SUP)