Inovasi

2019

NoJudul InovasiNama InventorDeskripsi SingkatFoto Inovasi
1Teknologi Granulasi Fly Ash PLTU sebagai Ameliorant untuk meningkatkan produksi biomasa tanamanProf. Dr. Erliza HambaliAmeliorant atau soil conditioner adalah bahan yang digunakan untuk memperbaiki kualitas tanah dengan tujuan meningkatkan produksi tanaman. Inovasi ini memanfaatkan limbah abu terbang (fly ash) dari pembangkit listrik batubara (PLTU) sebagai bahan baku dasar pembuatan ameliorant. Ameliorant ini telah teruji mengatasi permasalahan budidaya tanaman di lahan kering, lahan masam, lahan gambut, lahan miskin hara, maupun lahan marginal lainnya. Hasil uji toksisitas membuktikan bahwa produk granul ameliorant aman diaplikasikan, karena memiliki tingkat toksisitas yang relatif rendah. Dalam uji coba aplikasi untuk perbaikan tanah masam, ameliorant dengan bahan pengikat tapioka dan molase, berturut-turut berhasil menaikkan produksi biomassa tanaman sorgum dari 2,723 ton/ha menjadi 8,083 ton/ha (297%) sampai 8,889 ton/ha (326%).
2Sediaan Bubuk Pengaroma dan Pewarna Alami yang Praktis, Aman dan Menyehatkan dari Daun Pandan (Pandanus amaryllifolius)Prof. Khaswar SyamsuPengaroma dan pewarna kimia/sintetis merupakan bahan tambahan (additif) yang sangat umum digunakan pada industri makanan dan minuman karena  lebih stabil dan mudah dibuat dalam jumlah besar, namun berpotensi  tidak baik bagi kesehatan.
Secara tradisional masyarakat menggunakan bahan tanaman alami seperti daun pandan (Pandanus Amaryllifolius) sebagai pengaroma sekaligus pewarna yang disukai dan mengandung beberapa  komponen aktif yang bagus untuk kesehatan. Inovasi ini mengembangkan sediaan pandan bubuk sebagai pengaroma dan pewarna alami yang praktis untuk digunakan dimana saja dan kapan saja, aman untuk dikonsumsi bahkan menyehatkan.
3Mentega Nabati (Non-dairy Butter) Berbasis KelapaProf. Khaswar SyamsuMentega merupakan produk emulsi air dalam minyak yang umumnya diperoleh melalui perusakan emulsi susu hewan secara fisik sehingga diperoleh suatu lemak susu yang sudah terpisah dari skim susu. Inovasi ini mengembangkan mentega bukan susu (non-dairy butter)  dari santan kelapa, dengan karakteristik sensoris, kimia, dan mikrobiologis yang menyerupai mentega susu; namun dengan kandungan asam lemak jenuh serta kolesterol yang rendah, bebas laktosa, dan dapat dikonsumsi oleh mereka yang berpantang produk hewani (vegan/vegetarian). 
4Rekayasa Bioproses Produksi Bioetanol dari Limbah Ampas Tahu secara Sakarifikasi menggunakan Ko-Kultur Aspergillus niger dan Sacharomyces cerevisiaeProf. Khaswar SyamsuTeknik pembuatan bioetanol dengan teknik sakarifikasi dan fermentasi simultan, direkayasa menggunakan ko-kultur kapang Aspergillus niger dan khamir Saccharomyces cerevisae. Rekayasa dilakukan dengan penghentian aerasi ketika jumlah sel Aspergillus niger telah mencapai jumlah maksimum dan kehilangan kemampuan untuk tumbuh, sedangkan Saccharomyces cerevisae mengalami peralihan metabolisme sehingga menghasilkan lebih banyak bioetanol. 
5Minyak Atsiri sebagai Bioaditif Solar untuk Mengurangi Emisi Gas Buang dan Konsumsi Bahan BakarDr. Dwi SetyaningsihMinyak atsiri  (eugenol dan sitronelal) yang diisolasi dari daun cengkeh (Syzygium aromaticum) dan sereh wangi (Cymbopogon nardus), dapat dijadikan bahan tambahan (additive) bahan bakar untuk meningkatkan efisiensi pembakaran.  Hasil pengujian nilai kalor menunjukkan penggunaan eugenol dalam bahan bakar solar meningkatkan nilai kalor sebesar 10%, sementara sitronelal sebesar 17%. Penambahan eugenol mampu menurunkan konsumsi bahan bakar solar hingga 30%, sedangkan sitronelal sebesar 37%. Uji emisi juga menunjukkan penurunan konsentrasi gas CO, NO, SO maupun total partikulat.  
6Peningkatan Kinerja Insektisida Nabati dari Ekstrak Mimba (Azadirachtin indica) untuk Pengendalian Hama Ulat Grayak pada Kedelai menggunakan Surfaktan DEA dari Olein SawitProf. Dr. Erliza HambaliInovasi ini mengembangkan insektisida nabati dari ekstrak biji nimba (Azadirachta indica) untuk mengendalikan hama ulat grayak  (Spodoptera exigua) pada tanaman kedelai. Biji nimba yang mengandung bahan aktif azadirachtin (racun perut bagi serangga), disintesakan dengan surfaktan dietanolamida (DEA) dari olein sawit; dengan waktu dan laju pengadukan pada reaktor amidasi yang optimal, untuk menghomogenkan, mendispersikan, dan meningkatkan daya rekat bahan aktif insektisida tersebut saat pengaplikasian.