Press Conference ITaMSA 2019

International Conference in Technology and Management for Sustainable Agroindustry (ITaMSA 2019)

IICC, Bogor 9-10 Oktober 2019

Penyelenggara:

Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fateta IPB

bekerjasama dengan :

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi

Asosiasi Agroindustri Indonesia (AGRIN)

Persatuan Insinyur Indonesia (PII)

Misi dari Asosiasi Agroindustri Indonesia (AGRIN) adalah mempromosikan agroindustri sebagai penggerak pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di era globalisasi, melalui partisipasi aktif sebagai mediator, fasilitator dan akselerator pembangunan agroindustri yang berkelanjutan di Indonesia. Sejalan dengan misi tersebut, AGRIN bersama Dep Teknik Industri Pertanian IPB dan PII mengadakan Conference in Technology and Management for Sustainable Agroindustry (ITaMSA 2019) yang pertama, di IICC Bogor tanggal 9-10 Oktober 2019.  Konferensi ini merupakan platform untuk membahas inovasi teknologi dan manajemen, model bisnis yang sustainable, penjaminan mutu yang inovatif dan aplikasi teknologi informasi terkini. Konferensi ini dihadiri oleh 120 peserta dan pembicara dari berbagai negara diantaranya adalah Australia, Jerman, Brunei Darussalam dan Malaysia, baik dari kalangan akademisi, pemerintah maupun bisnis dan komunitas. Pada konferensi ini dipresentasikan 93 makalah ilmiah dalam 6 sesi parallel, yang selanjutkan akan terbit dalam Prosiding yang terindeks internasional. Peserta juga akan mengikuti kunjungan ke agroindustri multinasional dan inkubator bisnis di STP IPB.

Diharapkan konferensi ini menghasilkan kontribusi nyata bagi pengembangan agroindustri Indonesia, terutama melalui terobosan teknologi di bidang teknologi proses, bioteknologi dan ICT. Agroindustri yang sustainable meliputi tiga pilar, yaitu ekonomi, lingkungan dan sosial.  Kelayakan ekonomi berarti penggunaan sumberdaya alam, modal finansial dan sumberdaya manusia untuk menghasilkan value, kesejahteraan dan profit. Kelayakan lingkungan berarti agroindustri harus ramah lingkungan, dengan mengaplikasikan proses produksi bersih untuk menghasilkan produk yang eco-efficient, mencegah polusi dan meninggalkan jejak karbon yang minimal. Pemborosan sumberdaya alam harus dicegah, seperti halnya hilangnya biodiversitas dan habitat liar. Tanggung jawab sosial agroindustri berarti para pelakunya harus bertindak sesuai etika dan dapat mengendalikan berbagai dampak yang timbul dari kegiatan usahanya secara bertanggung jawab. Bisnis agroindustri harus adil, memberikan kesejahteraan di seluruh rantai nilainya, dan dapat tertelusur from farm to table.  Semua kriteria tersebut dapat terpenuhi antara lain dengan meminimalkan biaya untuk menghasilkan profit lebih besar karena material dan energi dipakai secara efisien, emisi gas rumah kaca lebih rendah dan mengganti penggunaan bahan kimia yang berbahaya bagi lingkungan dengan bahan alam yang lebih ramah lingkungan, juga penggunaan sumberdaya alam dan energi terbarukan yang lebih efisien serta mengurangi bahan dan energi yang berasal dari petroleum. Produk agroindustri yang dihasilkan harus memiliki kinerja yang baik, lebih tahan lama namun dapat dimusnahkan setelah masa pakai tanpa menimbulkan polutan atau dapat didaur ulang atau biodegradable.

Indonesia memiliki potensi komoditas pertanian yang diminati pasar dunia, diantaranya adalah kopi, coklat, teh, minyak atsiri, herbal, rempah-rempah, rumput laut, produk perikanan dan lain-lain. Namun banyak dari komoditas tersebut diekspor dalam bentuk mentah, hilirisasi produk dengan agroindustri masih sangat terbuka. Pengembangan produk herbal dalam bentuk obat herbal terstandar, minyak atsiri dalam bentuk flavor, parfum dan aromaterapi, serta bahan penyegar dalam bentuk minuman specialty, adalah contoh bagaimana memadukan kearifan lokal dan perkembangan teknologi modern, yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Demikian pula komoditas besar seperti sawit, diperlukan pengolahan dari hulu ke hilir untuk menghasilkan berbagai jenis produk turunan yang inovatif dan berkelanjutan, sehingga dapat benar-benar dirasakan manfaatnya.

Bioteknologi dapat memberikan peran penting untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan dan meningkatnya populasi penduduk perkotaan pada millennium ini dengan cara yang sustainable. Beberapa produk yang dihasilkan dengan proses bioteknologi adalah vaksin, teknik reproduksi tanaman dan hewan, antibiotik, suplemen nutrisi, tanaman pangan yang tahan pestisida dan hama, pengendali hama hayati dan berbagai teknik lain yang sustainable.

Penggunaan teknologi informatika dan komputer dalam agroindustri sangat vital karena agroindustri mencakup rantai nilai yang panjang, mulai dari produsen on farm yaitu petani, nelayan, peternak, lalu rantai off farm mulai distribusi, transportasi dan penggudangan oleh  pengepul, pedagang kecil, besar, dan eksportir, selanjutnya agroindustri pengolahan bahan baku, pengolahan produk akhir, sampai ke tangan konsumen. Keseluruhan proses ini telah dipahami dengan baik, namun masih terfraksi-fraksi karena begitu kompleksnya masalah. Pemanfaatan ICT akan memudahkan untuk mengendalikan seluruh rantai dengan platform value network-based business ecosystem. Teknologi digital dapat menggabungkan berbagai konsep untuk menciptakan ekosistem bisnis yang high impact dan efisien.

Oleh karena itu, inovasi di bidang teknologi proses, bioteknologi, ICT, manajemen dan kebijakan, sangat strategis untuk dibahas dan menjadi solusi bagi permasalahan agroindustri di Indonesia. Diskusi dalam ITaMSA 2019 ini diharapkan dapat berkontribusi mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan yang Berkelanjutan (Sustainable Development Goals, SDGs).