Bogor, Indonesia | +62 811-1187-812 | tin@apps.ipb.ac.id

Homepage

homepage foto

Prof. Dr. Ir. Ono Suparno, S.TP., M.T.

Ketua Departemen Teknologi Industri Pertanian dan Ketua Program Studi Sarjana Teknik Industri Pertanian

Selamat datang di website Departemen Teknologi Industri Pertanian (TIN), Institut Pertanian Bogor (IPB University).

Departemen Teknologi Industri Pertanian, Institut Pertanian Bogor atau IPB University, Bogor, Indonesia didirikan pada tahun 1981 menawarkan program studi sarjana (S1) Teknologi Industri Pertanian (TIN) yang kemudian sejak tahun 2018 menjadi program studi Teknik Industri Pertanian (TIN). Program studi TIN merupakan program studi pionir di Indonesia untuk pengembangan agroindustri, dengan tujuan menyempurnakan sukses Revolusi Hijau menjadi Revolusi Nilai Tambah bagi hasil pertanian. Departemen TIN membuka program magister (S2) pada tahun 1990, dan program doktor (S3) pada tahun 1995. Pada tahun 2018, program studi TIN menyesuaikan orientasi dan nama program studi menjadi program studi Teknik industri Pertanian atau agroindustrial engineering untuk ketiga jenjang pendidikannya, yakni program sarjana, magister, dan doktor. Selain program reguler, Departemen TIN membuka kelas internasional untuk program sarjananya.

Program studi Teknik Industri Pertanian mempersiapkan lulusannya dalam merancang, mengembangkan, mengimplementasikan, mengendalikan, mengevaluasi, dan meningkatkan kinerja sistem agroindustri berkelanjutan. Pendekatan yang dilakukan mengerintegrasikan aspek-aspek teknologi proses, rekayasa sistem, manajemen industry, dan lingkungan untuk meningkatkan nilai tambah sumberdaya pertanian atau hayati dan turunannya. Sistem pendidikan berbasis capaian pembelajaran atau outcome-based education (OBE) dan berorientasi technopreneurship yang mengacu pada kriteria kompetensi internasional.

Program studi TIN terakreditasi nasional oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan predikat Unggul untuk program sarjana dan doktor serta predikat baik sekali untuk program magister.

Program sarjana TIN terakreditasi internasional oleh Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE) sejak tahun 2022, sehingga lulusannya memiliki kesetaraan kompetensi sesuai standar internasional untuk pendidikan tinggi teknik.

Website TIN ini menyajikan berbagai informasi penting mengenai Departemen TIN. Semoga bermanfaat.

Akreditasi Program Studi

Pengenalan Departemen Teknologi Industri Pertanian (TIN)

Kelas Internasional – International Program: Agroindustrial Engineering

NEWS

Meet and Talk Study Abroad

Pada hari jumat tanggal 7 Juni 2024, Departemen Teknologi Industri Pertanian menyelenggarakan kegiatan Meet and Talk Study Abroad. Kegiatan dilakukan di Ruangan Agroindustrial Innovation Hub, Kompleks F-Technopark Fateta - IPB. Kegiatan diperuntukkan bagi mahasiswa kelas internasional.

Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Program Sarjana (S1) Teknik Industri Pertanian (TIN) IPB University

Program Sarjana Teknik Industri Pertanian (TIN), IPB University akan menerima 155 mahasiswa baru pada tahun 2024 (tahun akademik 2024/2025) yang terdiri atas: SNBP 52, SNBT 39, Ketua OSIS 8, PIN 4, BUD/Kerjasama SM-IPB 23, dan Kelas Internasional 25 mahasiswa baru. Sebagai informasi, rata-rata keketatan seleksi calon mahasiswa baru Program Sarjana TIN pada tahun 2023 adalah 11,9 yang artinya dari 12 calon mahasiswa baru yang mendaftar ke PS TIN diterima 1 mahasiswa baru. Tingkat keketatan untuk setiap jalur seleksi penerimaan mahasiswa baru adalah SNBP 10,8, SNBT 12,3, dan Mandiri 12,7. Informasi lengkap dapat dilihat di https://admisi.ipb.ac.id. Leaflet PMB Program Sarjana TIN dapat diunduh di sini: Kelas Reguler. Kelas Internasional.

Departemen TIN IPB Mendukung Pemda Kab. Indragiri Hilir Untuk Pengembangan Produk Sagu

Pemerintah Daerah Kabupaten Indragiri Hilir adalah sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Riau, yang memiliki potensi komoditas perkebunan seperti kelapa, kelapa sawit, sagu dan pinang.  Sagu merupakan salah satu tanaman sumber komoditas karbohidrat yang popular di Kabupaten Indragiri Hilir, setelah beras.  Luas area tanam sagunya mencapai 17,964 ha yang tersebar di 6 kecamatan.  Upaya peningkatan penyediaan bahan baku untuk produksi pati sagu, Kabupaten Indragiri Hilir mengusulkan jenis sagu Bemban untuk dilepas sebagai varietas sagu unggul, dengan nama sagu BESTARI (Bersama Sejahterakan Rakyat Indragiri Hilir).  Dengan besarnya potensi produksi sagu, maka pada hari Kamis 1 Desember 2022, tim Pemda Kabupaten Indragiri Hilir yang dipimpin oleh bapak Sekda Drs. H. Afrizal, MP dan didampingi oleh Tim Sagu Center – Universitas Riau, Prof. Dr. Zulkarnain mengunjungi Departemen TIN untuk berdiskusi mengenai pengembangan produk olahan berbasis sagu.  Ketua Departemen, Prof. Ono Suparno didampingi oleh beberapa dosen TIN (Prof. M Romli, Prof. Titi Candra Sunarti, Dr. Hartrisari, Dr. Sapta Raharja, dan Dr. Andes Ismayana, serta Niken Ayu Permatasari) menjelaskan bahwa telah banyak hasil-hasil penelitian berkaitan dengan pengembangan produk berbasis komoditas sagu dilakukan oleh dosen-dosen TIN, mulai dari pemanfaatan sagu sebagai bahan pangan, non-pangan, juga studi tentang LCA untuk industri sagu. Rombongan Pemda Kabupaten Indragiri Hilir dan Dosen Dep. TIN IPB Dalam diskusi juga hadir Bapak Agus Budiyanto, STP, MP Peneliti dari Pusat Riset Agroindustri BRIN yang menjelaskan tentang pengembangan mie sagu, dan mengunjungi pengolahannya di Pondok Sagu Metro yang berada di Pesantren Al Quran wal Hadist, Situ Gede, Bogor. Pondok Sagu Metro juga merupakan mitra Departemen TIN dalam penelitian dan pelaksanaan mata kuliah capstone Projek Disain Utama Agroindustri (Produta) pada tahun 2022 ini. Beberapa inovasi juga telah dicapai dari kerjasama tersebut. Kunjungan ke Pondok Sagu Metro melihat proses produksi mie sagu Hasil kunjungan kedua pihak menyepakati agar Departemen TIN bersedia untuk menjadi mitra dalam pengembangan produk mie sagu dan merencanakan untuk mendirikan unit usaha serupa Pondok Sagu Metro di Kabupaten Indragiri Hilir. Kunjungan ditutup dengan makan siang dengan berbagai hidangan lezat berbasis pati sagu, seperti mie sagu, macaroni sagu, cireng, cendol dan boba milk tea.